KESENJANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


JIM YONG KIM selaku Presiden Grup Bank Dunia

MENDORONG PEMERINTAH UNTUK BERINVESTASI PADA SUMBER DAYA MANUSIA

Hampir sebagian besar pembuat kebijakan terutama di negara berkembang akan menyebut infrastruktur sebagai prioritas teratas sebagai penggerak ekonomi. Tidak ada yang salah dalam pilihan ini karena ketertinggalan yang berimplikasi pada konektivitas harus dikejar. Namun, guyuran investasi dalam infrastruktur harus secara paralel diikuti dengan pembangunan manusia. Sumber daya manusia (SDM) harus diletakkan sebagai modal untuk menggerakkan ekonomi berkelanjutan. Selama ini yang muncul hanyalah argumentasi moral bahwa setiap orang berhak mendapatkan aspirasi tertinggi. Menyediakan kesehatan, pendidikan, dan perlindungan sosial merupakan salah satu cara paling ampuh untuk memberi kesempatan bagi setiap orang. Padahal, ini bukan sekadar argumentasi moral. “Berinvestasi di masyarakat tidak hanya hal moral yang bisa dilakukan, tetapi ini sebenarnya sesuatu yang harus dilakukan dengan sangat mendesak untuk mendorong pertumbuhan ekonomi”.  Menurut Kim, perlu diwaspadai dan dimitigasi segera, Kondisi kekurangan nutrisi dan gizi ini berisiko membuat tenaga kerja Indonesia sulit bersaing di masa depan. Terlebih, adanya perkembangan teknologi yang cukup dinamis memaksa setiap SDM setiap negara harus lebih kompetitif. Investasi pada manusia akan menjadi lebih penting dalam situasi peningkatan ekonomi digital dan teknologi.
            Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pada dasarnya investasi dalam SDM, terutama melalui pendidikan dan kesehatan, bukan hanya untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi, melainkan juga inklusivitas. Hal ini memberikan kesempatan akses yang sama terhadap sumber-sumber perekonomian di Tanah Air. Jadi, peningkatan kualitas SDM seharusnya tidak sekadar dijadikan bumbu dalam setiap pertimbangan pembuatan keputusan. Komitmen yang sudah dicanangkan pun butuh upaya realisasi yang kuat. Jangan sampai bonus demografi lewat begitu saja bahkan menciptakan beban karena negara tidak melihat pentingnya realisasi prioritas ini.
KEKUATAN MANUSIA
Perlu dilakukan di era globalisasi seperti sekarang ini. Pengembangan SDM merupakan usaha yang dilakukan untuk membentuk manusia yang berkualitas dengan memiliki keterampilan, kemampuan kerja dan loyalitas kerja kepada suatu perusahaan ataupun organisasi. Terkadang, tidak sedikit perusahaan yang menolak calon pegawai karena tidak memenuhi kualifikasi yang dimaksud. Selain itu, banyak perusahaan yang dibangun, namun SDM nya tidak tersedia atau kurang. Dalam era globalisasi ini, persaingan akan semakin ketat. Era globalisasi seakan memberikan arus teknologi dan informasi serta mobilitas sumberdaya manusia dari satu tempat ke tempat lain.


Lalu, apa itu investasi sumber daya manusia (human investment)? Investasi di bidang sumber daya manusia adalah sejumlah dana yang dikeluarkan dan kesempatan memperoleh penghasilan selama proses investasi. Investasi ini berperan dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Investasi modal manusia melalui pendidikan di Negara berkembang sangat diperlukan walaupun investasi di bidang pendidikan merupakan investasi jangka panjang. Secara makro, manfaat dari investasi ini baru dapat dirasakan setelah puluhan tahun.
Sumber daya manusia sebagai salah satu faktor produksi selain sumber daya alam, modal, entrepreneur untuk menghasilkan output. Semakin tinggi kualitas sumber daya manusia, maka semakin meningkat pula efisiensi dan produktivitas suatu negara. Sejarah mencatat bahwa negara yang menerapkan paradigma pembangunan berdimensi manusia telah mampu berkembang meskipun tidak memiliki kekayaan sumber daya alam yang berlimpah.Penekanan pada investasi manusia diyakini merupakan basis dalam meningkatkan produktivitas faktor produksi secara total. Tanah, tenaga kerja, modal fisik bisa saja mengalami diminishing return, namun ilmu pengetahuan tidak.

TANGAN TERLIHAT
Manajemen Sumber Daya Manusia adalah ilmu untuk mengatur hubungan dan peran tenaga kerja secara efisien dan efektif untuk mencapai tujuan utama perusahaan. Manajemen SDM merupakan kajian bidang ilmu manajemen yang menggabungkan teori psikologi, sosiologi dan lainnya. Penerapannya secara nyata meliputi desain dan implementasi perencanaan, penyusunan karyawan, pengelolaan karir, pengembangan karyawan, evaluasi kinerja dan hubungan ketenagakerjaan. Pada dasarnya manajemen SDM melibatkan kebijakan dan keputusan yang berpengaruh terhadap tenaga kerja.
Terkadang, norma-norma sosial membuat orangtua enggan untuk berinvestasi pada anak-anak mereka. Meskipun preferensi di antara orangtua untuk anak laki-laki dibanding anak perempuan telah didokumentasikan dengan baik, tingkat diskriminasinya dapat sangat mencengangkan. Dan bahkan ketika pendidikan sudah gratis, orangtua masih harus membayar transportasi dan perlengkapan sekolah, belum lagi biaya peluang yang timbul karena seorang anak di kelas tidak dapat bekerja untuk mendapatkan penghasilan tambahan bagi keluarga. Terlepas betapa pentingnya bagi pemerintah untuk berinvestasi dalam sumber daya manusia, politik sering menghalangi.
KEKUATAN PENGUKURAN

Perlu adanya perubahan visi dalam bagian SDM itu sendiri. Ini dilakukan agar para staff SDM lebih fokus dalam bekerja, dengan memperhatikan tujuan yang lebih besar. Visi adalah fondasi esensial dalam membentuk arahan baru dari setiap fungsi organisasi, termasuk fungsi SDM. Dengan demikian visi SDM hendaknya memiliki karakter sebagai berikut:

–      Bagian SDM hadir di dalam organisasi karena ia menambahkan nilai yang nyata untuk perusahaan. SDM harus mampu memberikan jasa yang diperlukan perusahaan dengan biaya kompetitif.
–      Tanggung jawab bagian SDM adalah mengembangkan produktivitas dan efektivitas organisasi dari segi manusia, bakat (talent) dan human capital.
–      Bagian SDM seharusnya melibatkan isu sumber daya manusia dalam setiap aktifitas manajemen organisasi
–      Bagian SDM adalah fungsi yang diisi oleh para profesional yang berdedikasi dalam pengembangan manusia dengan tujuan meningkatkan keterlibatan individu-individu di dalam organisasi baik dari segi komitmen maupun kompetensi dan juga memberikan manfaat untuk organisasi secara optimal.

Salah satu hal terpenting untuk mengetahui peran dan fungsi SDM adalah adanya pengukuran kinerja SDM itu sendiri. Tidak diragukan bahwa pengukuran kinerja dibutuhkan untuk semua orang yang memilih untuk memiliki peran dalam organisasinya. Para pakar manajemen setuju bahwa pengukuran kuantitatif diperlukan dalam SDM. Data kuantitatif adalah bagian dari setiap kegiatan operasional organisasi.
 SUMBER DAYA MANUSIA DI ABAD KE-21
Sejarah Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian yang tak terpisahkan dari perkembangan managemen pada umumnya. Sebelum permulaan abad kedua puluh manusia tidak dihargai karena dianggap sebagai salah satu faktor produksi yang disamakan dengan mesin, uang, metode dan sebagainya. Majikan lebih mementingkan atau memberikan perhatian pada sumber daya alam dari pada sumber daya manusia. Hal ini dikarenakan pada masa tersebut manusia masih banyak yang belum mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang mamadai, sehingga perhargaan pada manusia masih rendah dipicu pula jumlah tenaga kerja yang berlebihan, padahal lapangan kerja sangat sedikit.  Para ahli pada abad ke-20 mengembangkan MSDM menjadi suatu bidang studi yang khusus mempelajari peranan dan hubungan manusia dalam mencapai tujuan organisasi. Perkembangan MSDM didorong oleh masalah-masalah ekonomis, politis, dan sosial.
Ekonomis
1.Semakin terbatasnya faktor-faktor produksi menuntut agar sumber daya manusia dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
2.Semakin disadari bahwa sumber daya manusia paling berperan dalam mewujudkan tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
3.Karyawan akan meningkatkan moral kerja, kedisiplinan dan prestasi kerjanya jika kepuasan diperolehnya dari pekerjaannya.
4.Terjadinya persaingan yang tajam untuk mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas di antara perusahaan.
5.Para Karyawan semakin menuntut keamanan ekonominya pada masa depan.
Politis
1.Hak asasi manusia semakin mendapatkan perhatian dan kerja paksa tidak diperkankan lagi.
2.Organisasi buruh semakin banyak dan semakin kuat mengharuskan perhatian yang lebih baik terhadap sumber daya manusia.
3.Campur tangan pemerintah dalam mengatur perburuhan semakin banyak.
4.Adanya persamaan hak dan keadilan dalam memperoleh kesempatan kerja.
5.Emansipasi wanita yang menuntut kesamaan hak dalam memperoleh pekerjaan.
Sosial
1.Timbulnya pergeseran nilai di dalam masyarakat akibat pendidikan dan kemajuan teknologi.
2.Berkurangnya rasa kebanggaan terhadap hasil pekerjaan, akibat adanya spesialisasi pekerjaan yang mendetail.
3.Semakin banyak pekerja wanita yang karena kodratnya perlu mendpat pengaturan dengan perundang-undangan.
4.Kebutuhan manusia yang semakin beraneka ragam, material dan non material yang harus dipenuhi oleh perusahaan.



Komentar